Fakta-fakta Pemakaian Vape pada Anak Remaja, Bisa Ganggu Perkembangan Otak

Dream.co.id – Fakta-fakta Pemakaian Vape pada Anak Remaja, Bisa Ganggu Perkembangan Otak Dream – Penggunaan vape di kalangan anak usia remaja kini semakin populer. Tampilan rokok elektrik ini memang sangat menarik, kecil, mudah disembunyikan, banyak pilihan warna dan rasa.  Hal tersebut membuat rokok elektrik ini begitu digemari remaja. Satu lagi yang membuat rokok ini jadi begitu masif penggunaannya karena banyak yang menganggap kalau lebih sehat dan aman dibandingkan dengan rokok biasa.  Faktanya, tak demikian. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan meminta seluruh negara untuk melarang penggunakan rokok elektrik dengan perasa. Hingga kini ada 34 negara di dunia yang melarang penggunaan vape, seperti Thailand, Singapuran, Brasil, India dan Iran. Tentunya karena penggunaan vape/ rokok elektrik memunculkan sederet masalah kesehatan serius, terutama pada remaja yang masih dalam tahapan tumbuh kembang. Berikut efek buruk vape yang bisa muncul jika digunakan oleh anak remaja.   1. Bahaya Kimiawi dalam Vape Diacetyl terkait erat dengan penyakit paru-paru yang serius, seperti bronkiolitis obliterans, yang dikenal juga sebagai “popcorn lung”. Selain itu, ketika cairan vape dipanaskan, proses ini dapat menghasilkan aldehida seperti formaldehida yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu penyakit kanker. Tingkat karsinogen pada vape memang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional, tapi risiko kesehatan tetap ada terutama dengan penggunaan jangka panjang 2. Ganggu Perkembangan Otak Perlu diingat, seperti juga rokok, vape mengandung nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan dan memiliki dampak negatif pada perkembangan otak remaja. Selain itu, studi menunjukkan bahwa remaja yang mulai dengan vaping memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk beralih ke rokok konvensional, menempatkan mereka pada risiko kesehatan tambahan. 3. Risiko Penyakit Kardiovaskular dan Respirasi Selain itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa vaping dapat memicu respons inflamasi dalam tubuh yang berisiko terhadap kesehatan jantung.Dampak terhadap sistem respirasi atau pernapasan juga signifikan. Meskipun vaping mungkin tidak menghasilkan tar seperti rokok konvensional, uapnya dapat menyebabkan iritasi dan peradangan di saluran pernapasan, serta mempengaruhi fungsi paru.Sumber: Kementerian Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *