Remaja Perempuan Rentan Insecure, Orangtua Penting Lakukan 3 Hal Ini

Dream.co.id – Remaja Perempuan Rentan Insecure, Orangtua Penting Lakukan 3 Hal Ini Dream – Tumbuh menjadi seorang perempuan di mana kesempurnaan fisik jadi tolak ukur, seringkali membuat seorang anak remaja jadi merasa kehilangan kepercayaan diri. Kulit yang penuh jerawat, kulit yang tidak putih, rambut yang tidak lurus, tubuh yang tidak ramping, jadi hal yang sering bikin remaja perempuan jadi insecure. Belum lagi citra sempurna di media sosial yang mereka lihat sehari-hari, baik dari para influencer dan selebritas. Mau tak mau juga sangat mempengaruhi ‘standar’ kecantikan. Remaja perempuan bisa dibilang sangat rentan dengan kondisi insecure atau cemas dengan kondisi dirinya sendiri. Menurut Gracia Ivonika, seorang psikolog, perasaan insecure pada remaja bisa disebabkan oleh berbagai faktor. “Beberapa faktor di antaranya, yaitu karena perasaan tidak aman atau kurang merasa diterima di lingkungan, juga akibat pola asuh orangtua,” ungkapnya. Tentunya sebagai orangtua, kita tak ingin buah hati merasa insecure berkepanjangan. Nah, ada beberapa tips yang dibagikan Gracia bagi orangtua ketika anak remaja perempuannya merasa insecure.1. Buka DiskusiSaat anak mengeluh soal kondisi dirinya, baik karena fisik atau hal lain, jangan langsung menghakimi. Coba dengarkan dan bukalah diskusi yang dua arah. Bangun komunikasi yang baik dengan anak, agar ia tak merasa canggung saat ingin menceritakan hal apapun dengan orangtuanya. “Biasakan untuk melakukan komunikasi dua arah dengan anak, misalnya dengan mengajukan pertanyaan terbuka atau validasi perasaannya,” kata Gracia.Cobalah untuk berempati dan menempatkan diri ketika anak sedang merasa insecure dan tak percaya diri. Tanyakan pada anak alasan ia insecure dan bisa mencoba membantunya dengan mencari solusi bersama agar anak lebih percaya diri.  2. Jadi Contoh yang Baik Menurut Gracia, anak akan mengamati dan belajar dari cara orangtuanya menangani kesulitan, berinteraksi dengan orang lain, dan menghargai diri sendiri. Jika orangtuanya melakukan kebaikan dan memiliki kepercayaan diri yang baik, itu artinya ayah dan bunda telah berada di jalur yang benar.Sebaliknya, jika orangtua sering berbicara kasar, mengeluh, bergosip, dan berkomentar negatif terhadap banyak hal, kemungkinan besar anak akan menerima perilaku tersebut sebagai hal yang normal. Mereka pun berpotensi tinggi untuk menirunya.“Jadilah role model dengan tampil sebagai orangtua yang tenang, termasuk ketika menghadapi sikap anak yang memancing emosi,” kata Gracia. Ia juga menyarankan orangtua untuk bersikap lebih terbuka, bersedia minta maaf saat salah, dan tak sungkan untuk berterima kasih pada anak. Menyempatkan waktu untuk sharing dengan anak juga sangat penting.”Orangtua juga mesti berperan dalam membangun rasa percaya diri anak. Caranya adalah dengan berkomentar positif tentang diri sendiri sebagai orang tua, bisa mengenai penampilan, karier, dan kehidupan secara umum,” kata Gracia 3. Berikan Apresiasi Insecure atau harga diri yang rendah umumnya disebabkan oleh pernyataan self-talk negatif yang meremehkan diri sendiri. Untuk itu sebagai orangtua, penting untuk bisa ‘hadir’ secara emosional agar bisa memberikan rasa aman pada anak. Dengan demikian, anak akan merasa dihargai serta dicintai secara utuh di dalam keluarga. Jangan pelit pujian, dan selalu beri apresiasi pada anak setiap ia melakukan hal yang baik. Berikan pula dukungan dan semangat setiap kali ia akan melakukan kegiatan di luar rumah, baik terkait dengan sekolah maupun tidak. “Apresiasi pencapaian anak sekecil apapun. Hargai juga setiap usaha yang telah ia lakukan, sekalipun masih belum sesuai ekspektasi orangtua,” pesan Gracia.Sumber: KlikDokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *