Malam Tradisi dan Kebanggaan: Tari Rentak Kudo Bersama Syafril Nursal

Jumat malam, 9 Februari 2024, di sebuah lapangan luas di Kerinci, lampu-lampu menggantung berkelip, menerangi wajah-wajah penuh antisipasi.

Udara malam yang sejuk di Koto Keras tidak mengurangi semangat warga yang telah berkumpul, menunggu dimulainya sebuah tradisi yang telah lama mereka banggakan:Tari Rentak Kudo, tarian khas Kerinci yang sarat dengan makna dan kegembiraan.

Tepat pukul 21:00, Syafril Nursal, Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat, yang malam itu bukan hanya hadir sebagai politisi, tapi juga sebagai bagian dari komunitas, naik ke panggung utama.

Cahaya sorot membingkai sosoknya yang karismatik, sementara kerumunan bersorak menyambutnya. Syafril, dengan senyum lebar, mengangkat tangan, memberi hormat kepada warga yang telah memberinya dukungan tidak terhingga.

“Selamat malam, saudara-saudaraku di Kerinci,” ujar Syafril, suaranya menggema, menghangatkan suasana malam.

“Malam ini, kita bukan hanya berkumpul untuk merayakan tradisi, tapi juga untuk memperkuat ikatan di antara kita, membangun komunitas yang lebih kuat melalui tari Rentak Kudo.”

Saat musik dimulai, nada-nada yang melodi dan ritmis segera memenuhi udara, mengundang setiap jiwa di sana untuk meresapi keindahan tradisi yang telah turun-temurun. Syafril Nursal, bersama para penari, mulai menari dengan langkah yang terkoordinasi dengan baik, mengikuti irama yang telah menjadi nadi komunitas Kerinci.

Penonton terpaku, mata mereka tidak berkedip, menyaksikan sinergi antara gerakan dan musik, sebuah perayaan identitas dan kebersamaan. Tarian itu bukan hanya pertunjukan; itu adalah doa, harapan, dan ungkapan rasa syukur kepada alam dan leluhur.

Dalam keharuan dan kegembiraan yang bercampur, Syafril mengajak warga untuk bergabung dalam tarian, merayakan semangat komunal yang telah membawa mereka bersama.

Satu per satu, warga maju, bergabung dalam lingkaran tari, tangan di bahu satu sama lain, langkah kaki mengikuti irama, menciptakan momen yang tak terlupakan.

Acara itu juga diisi dengan penyerahan hadiah untuk lomba yang telah diadakan, menambah semarak malam tersebut. Namun, highlight malam itu tetap pada Rentak Kudo, dimana komunitas Kerinci menunjukkan kekompakan dan kebahagiaan bersama.

Di bawah langit malam Kerinci, diiringi oleh lampu-lampu dan semangat yang menyala-nyala, Syafril Nursal dan warga Kerinci membuktikan bahwa politik dan tradisi bisa berjalan bersama, membentuk ikatan yang lebih dari sekadar kampanye, tapi sebuah komitmen untuk menjaga warisan dan memajukan masa depan bersama.

Malam itu, Tari Rentak Kudo tidak hanya menjadi pertunjukan, tapi juga simbol kekuatan, persatuan, dan harapan.(*)

Lihat foto-fotonya :

The post Malam Tradisi dan Kebanggaan: Tari Rentak Kudo Bersama Syafril Nursal appeared first on Arah Baru Negeri Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *