Lonjakan Harga Cabai di Pasar Tradisional Kota Jambi Jelang Ramadhan

Harga kebutuhan pokok, khususnya cabai, di pasar tradisional Kota Jambi mengalami kenaikan signifikan, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen. Di Pasar Aurduri, harga cabai merah kini mencapai Rp 80.000 per kilogram, sementara cabai rawit dihargai Rp 60.000 per kilogram, menurut pantauan harian terkini.

Megawati, seorang pedagang cabai di Pasar Aurduri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. “Kami, sebagai pengecer, sangat tergantung pada harga agen. Kenaikan harga dari agen membuat kami tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual,” ungkapnya pada Minggu, 18 Februari 2024.

Megawati menambahkan, fluktuasi harga cabai sering terjadi menjelang akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Hal ini disebabkan oleh musim hujan yang melanda sentra-sentra produksi cabai, mengakibatkan berkurangnya pasokan.

Dini, seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai memaksa dirinya untuk mengatur ulang anggaran belanja keluarganya. “Harga satu kilogram cabai hampir setara dengan enam kilogram beras. Saya terpaksa mengurangi konsumsi cabai agar anggaran belanja bisa mencukupi kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Pemerintah Kota Jambi telah berupaya mengantisipasi gejolak harga bahan pangan dengan mengumpulkan agen-agen kebutuhan pokok, termasuk cabai, pada pertengahan Januari 2024. Pertemuan yang dihadiri oleh agen-agen dari Pasar Talang Gulo dan Pasar Angso Duo tersebut merupakan langkah awal Pemkot Jambi dalam menghadapi bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

Pj Walikota Jambi, Sri Purwaningsih, menekankan pentingnya pertemuan tersebut dalam upaya pengendalian inflasi, terutama karena cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar, baik di Kota Jambi maupun secara nasional. “Kami tidak memiliki kewenangan langsung dalam penentuan harga, tapi kami berusaha memastikan bahwa suplai barang terjaga, harga stabil, dan aksesibilitas ke Kota Jambi tidak terganggu,” jelas Sri.

Diharapkan, melalui pertemuan ini, para agen dapat memetakan pemasokan cabai di Kota Jambi dengan lebih efektif, memastikan ketersediaan bagi pengecer lokal. Langkah-langkah ini diambil Pemkot Jambi sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi potensi kenaikan permintaan selama bulan suci Ramadhan.(*)

The post Lonjakan Harga Cabai di Pasar Tradisional Kota Jambi Jelang Ramadhan appeared first on Arah Baru Negeri Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *