Kasus Bully di SMA Binus Bikin Miris, Psikiater: Orang Dewasa Bertanggung Jawab!

Dream.co.id – Kasus Bully di SMA Binus Bikin Miris, Psikiater: Orang Dewasa Bertanggung Jawab! Dream – Perundungan atau bully yang dilakukan sejumlah murid SMA Binus Serpong membuat miris banyak orang. Sebelumnya banyak sekali kasus bully yang berakhir tragis. Seperti pada kasus David Ozora, SMA Pangudi Luhur yang sampai koma karena bully.  Dari keterangan polisi, korban bully memiliki banyak luka memar dan luka bakar karena disundut rokok.  Dari keterangan polisi, korban bully di SMA Binus memiliki banyak luka memar dan luka bakar karena disundut rokok. Saat ini korban tengah dalam perawatan di rumah sakit dan kasus perundungan tengah dalam proses di Kepolisian. Menanggapi kasus bully yang viral di SMA Binus, dokter Zulvia Oktanida Syarif, spesialis kejiwaan angkat bicara di Instagramnya @dr.vivisyarif.  Ia menekankan sebagai orangtua dan juga psikiater, orang dewasa di sekitar sekolah termasuk guru dan orangtua bertanggung jawab.”Seluruh orang dewasa di sekitar kejadian dan lingkungan bully itu tumbuh sumbur bertanggung jawab!,” kata dr. Vivi, sapaan akrabnya. Ia menyoroti perundungan yang ternyata sudah berjalan di 9 angkatan. Menurutnya bullying dianggap biasa dan terus berjalan selama beberapa angkatan karena terjadi pembiaran oleh lingkungan dan orang dewasa di sekitar sekolah. “Sekolah itu kan berarti anak remaja bukan orang dewasa. Jadi orang dewasa bertanggung jawab penuh untuk bisa memantau mengawasi. Bagimana kalau ada korban kayak begini,” ujar dr. Vivi. Kondisi Pelaku dan Korban Dokter Vivi juga menyoroti efek dari perundungan di SMA Binus tersebut pada kesehatan mental anak-anak murid, baik yang menjadi korban maupun pelaku. Keduanya sangat berisiko memiliki masalah mental.”Baik korban bully maupun pembully itu sama-sama punya masalah ya, masalah dalam kesehatan mental. Lingkungan yang membiarkan bully itu terjadi itu lebih salah lagi,” kata dr Vivi. Untuk dampaknya sendiri bagi korban dan pelaku bukan hanya saat ini, tapi juga di masa mendatang. Efek dari kasus bully ini berkepanjangan, bukan hanya luka fisik tapi juga psikologis.”Bayangkan dampak kesehatan mental pada anak yang mengalami bully tersebut dan gimana juga masa depan para pembully-nya,” ungkap dr. Vivi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *