Fakta Menohok dari Psikolog Soal Pelaku Bullying, Orangtua Sering Kecolongan

Dream.co.id –  Fakta Menohok dari Psikolog Soal Pelaku Bullying, Orangtua Sering Kecolongan Dream – Lagi-lagi kasus bullying ramai dan membuat korbannya harus menjalani perawatan di rumah sakit dan trauma mendalam. Terbaru yaitu bullying di SMA Binus Serpong. Kasus ini sampai menyeret nama anak selebritis dan pesohor, yang jadi diduga jadi pelakunya. Korban pun melapor ke Kepolisian dan saat ini sedang diproses secara hukum. Menanggapi hal ini Irma Gustiana, seorang psikolog keluarga mengungkap kalau anak bisa jadi pelaku bullying seringkali karena social pressure yang begitu tinggi.”Remaja bisa melakukan aksi kekerasan pada sebayanya salah satunya adalah social pressure. Keterlibatan dalam “genk” atau kelompok sosial tertentu bisa jadi pemicu munculnya aksi tersebut,” ungkap Irma. Orangtua Kecolongan Hal tersebut juga kerap membuat orangtua merasa “kecolongan”, karena merasa sudah mengawasi anak dan pergaulannya tapi bullying tetap terjadi. Irma menjelaskan, diterima dalam kelompok tertentu oleh anak remaja merupakan hal yang berdampak sangat besar bagi level percaya dirinya. “Dengan bergaul mereka belajar bersosialisasi, berteman, berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan sosialnya. Tapi, pergaulan sosial juga bisa jadi salah satu faktor penyebab anak melakukan bullying,” ungkap Irma. Ada beberapa faktor yang memicu anak anak remaja jadi pelaku bullying. Hal ini sangat penting diketahui orangtua. Apa saja? Pengaruh Teman Sebaya – Anak remaja yang ingin diterima dalam suatu kelompok teman sebaya mungkin merasa harus untuk ikut-ikutan membully- Bullying bisa jadi cara anak menunjukkan kesetiaan dan solidaritas kepada kelompok teman sebayanya Demi Terlihat Keren – Pada beberapa kelompok, bullying bisa dianggap sebagai hal yang keren hebat dan jago- Anak remaja yang ingin terlihat keren melakukan bullying untuk mendapatkan pengakuan dari teman-temannya Tekanan Teman Sebaya – Kadang anak remaja dipaksa untuk melakukan bullying oleh teman-temannya- Saat menolak melakukan bullying, mereka bisa dihina, dikucilkan, dijauhi bahkan diancam. Tentunya sangat menakutkan bagi remaja Kurang Kemampuan Berempati – Anak remaja yang tidak diajarkan cara memahami perasaan orang lain bisa kesulitan merasakan apa yang dirasakan korban bullying- Hal tersebut membuat mereka lebih mudah menyakiti orang lain tanpa merasa berasalahSumber: Instagram @ayankirma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *