Skandal Korupsi Beasiswa, Mukti Eks Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tersangka!

Jambi – Tindak pidana korupsi yang menggerogoti dana beasiswa SMA/SMK di Provinsi Jambi terungkap. Kasus ini telah menyeret tiga orang ke jeruji besi.

Kejaksaan Negeri Jambi menetapkan Ilhamsyah, Direktur CV. Syah Nusantara, serta Amri Daimun dan Abdul Mukti, keduanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp 6,9 miliar pada tahun 2018.

Saat kasus ini terjadi, Mukti masih menjabat sebagai pejabat di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, era Gubernur Fachrori Umar. Namun, anehnya, kasus ini tidak menyeret kepala dinas pendidikan. Ia bebas berkeliaran.

Versi jaksa, kronologi kasus ini bermula ketika ketiga tersangka dipercaya mengelola dana beasiswa senilai Rp 6,9 miliar, yang seharusnya disalurkan kepada 2.760 siswa SMA/SMK se-Provinsi Jambi. Namun, investigasi mendalam oleh penyidik mengungkap bahwa tidak seluruh dana tersebut berhasil sampai ke tangan yang berhak.

Akibat perbuatan mereka, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 3 miliar.

Saat ini, Ilhamsyah, Amri Daimun, dan Abdul Mukti telah resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi, menunggu proses hukum selanjutnya. Penahanan ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharani, yang menyatakan bahwa proses hukum terhadap ketiga tersangka telah resmi berjalan.

“Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jambi telah resmi menerima tiga orang tersangka dalam kasus korupsi beasiswa tahun 2018. Mereka adalah Ilhamsyah, Amri Daimun, dan Abdul Mukti. Semua terlibat dalam pengelolaan dana beasiswa yang tidak sepenuhnya disalurkan kepada penerima yang berhak,” ujar Lexy pada Jumat (23/2).

Kejadian ini menambah panjang daftar kasus korupsi yang melibatkan oknum ASN, menimbulkan tanda tanya besar terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana publik. Pihak berwenang menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi siapapun yang terbukti bersalah dalam mengkhianati amanah publik ini.

Ilhamsyah, Amri Daimun, dan Abdul Mukti kini menghadapi ancaman hukuman berat, diancam dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang masing-masing dapat membawa hukuman maksimal 20 tahun penjara. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapapun yang berani bermain api dengan uang negara, khususnya yang dialokasikan untuk pendidikan, fondasi masa depan bangsa.(*)

The post Skandal Korupsi Beasiswa, Mukti Eks Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tersangka! appeared first on Arah Baru Negeri Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *