Di Balik Bandelnya Anak Remaja, Ada 3 Hal yang Penting Diketahui Orangtua

Dream.co.id – Di Balik Bandelnya Anak Remaja, Ada 3 Hal yang Penting Diketahui Orangtua Dream – Menjadi orangtua bisa dibilang belajar hal sulit yang tak ada habisnya. Setelah buah hati melewati masa kanak-kanak, maka akan memasuki fase remaja di mana cenderung protes dan penuh ‘pemberontakan’. Kognitifnya berkembang sangat pesat tapi emosinya belum stabil. Hal ini membuat orangtua seringkali merasa anak menjadi pribadi yang sangat berbeda dan melabelinya dengan ‘bandel’. Fase pemberontakan yang dialami oleh remaja sangat umum terjadi. Remaja kerap kali berbohong dan hubungan dengan orangtua menjadi tidak baik. Remaja yang mulai memberontak seringkali membuat orangtua jadi bertanya-tanya. Sebenarnya ada apa dengan mereka?   Rupanya banyak orangtua yang masih menerapkan pola asuh ketika buah hatinya masih kanak-kanak, yaitu hanya satu arah. Aturan dibuat kaku tanpa membuka kesempatan anak untuk berargumen dan berdiskusi. Hal ini jadi salah satu faktor yang membuat anak jadi lebih memberontak dan membuat ayah bunda merasa anak lebih bandel ketika remaja.“Penelitian membuktikan bahwa orangtua yang menunjukkan keterbukaan terhadap perdebatan dan negosiasi daripada menuntut kepatuhan memiliki anak-anak yang lebih sehat secara psikologis,” kata Dr. Emily Edlynn, psikolog yang juga penulis buku Parenting for Autonomy. Sebagai orangtua mungkin merasa menjadi tegas merupakan hal benar untuk melindungi anak. Ternyata, kurangnya komunikasi dalam membuat aturan dan batasan untuk anak remaja bisa menjadi bumerang bagi hubungan antara anak-orang tua. Lalu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi remaja? Yuk, simak 3 hal penting diketahui orangtua dengan anak remaja. 1. Remaja Ingin Dipercaya Sebagai orangtua, Sahabat Dream pasti ingin yang terbaik untuk anak-anak. Segala larangan dan peraturan dalam keluarga pasti dibuat berdasarkan rasa sayang dan keinginan untuk melindungi mereka.Penting diketahui bahwa remaja juga ingin dipercaya. Mereka ingin orangtua mereka mulai mempercayakan tanggung jawab dan keputusan penting dalam hidup mereka. Cobalah untuk memberikan remaja kewenangan untuk bertanggung jawab dan memutuskan sendiri beberapa hal dalam hidupnya. Seperti les yang akan diambil, hobi dan kesenangan dan biarkan anak bertanggung jawab dengan keputusannya, baik itu benar atau pun salah. 2. Remaja tidak Mau Terlalu Dibatasi, Bukalah Diskusi Remaja sebenarnya mengerti bahwa pembatasan yang dilakukan orang tua adalah untuk kebaikan. Anak remaja hanya ingin orang tua tidak berlebihan dalam mengatur. Diam-diam, mereka juga ingin dilibatkan dalam pembuatan peraturan yang diterapkan bagi mereka. Cobalah untuk libatkan remaja dalam membuat aturan. Remaja akan merasa lebih dihargai dan akan dengan senang hati menjalankan aturan yang dibuat bersama. Jangan segan untuk berdiskusi dan berdebat dengan sehat. Remaja Ingin Dipahami Meski sering terlihat tak peduli, diam-diam remaja sebenarnya ingin dipahami dan diperhatikan. Remaja yang sedang bertumbuh sangat membutuhkan dukungan emosional dalam perkembangannya.Misalnya saja, jika orang tua tidak setuju dengan salah satu tindakan yang mereka lakukan, cobalah untuk bicara baik-baik tanpa menghakimi dan marah-marah. Berbicara kepada remaja dengan cara negatif seperti mengomel atau langsung marah-marah akan membuat mereka merasa tidak dihargai dan diremehkan.Laporan Salma Rihhadatul Aisy/ Sumber: Parents

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *